AGALAIN.ID – 80 Tahun Indonesia Merdeka, saatnya kita para pelaku usaha rumahan ambil bagian dalam sejarah baru! Buat lo yang selama ini mikir. Ah, aku cuma jualan dari rumah.
Stop..! Hari ini, di ulang tahun ke-80 Indonesia, kita ubah mindset itu jadi “Aku penggerak ekonomi keluarga, dan pelaku perubahan dari rumah!”
Titi Minarty Buo, founder dari brand kuliner lokal Titi Food menyebut di momen Kemerdekaan Republik Indonesia, emak bukan lagi sekadar ibu rumah tangga, tapi CEO rumah sendiri.
Di era sekarang, kata si Titi jualan dari rumah itu bukan hal kecil. Mau itu bikin kue, sambal, bumbu, kerajinan tangan, fashion, sampai jualan online lewat live TikTok, semua itu kontribusi nyata buat bangsa.
Lo gak perlu punya kantor besar buat bikin impact gede.“Merdeka itu saat lo bisa ngatur waktu, ngatur penghasilan, dan ngatur hidup lo sendiri tanpa harus ninggalin rumah,” ucap Titi.
Titi bilang 80 Tahun Merdeka, Saatnya Naik Level! Punya usaha kecil di rumah? Gas terus! Sudah mulai jualan online? Tambah skill, upgrade branding! Kirim produk via kurir? Yuk belajar scale-up biar bisa ekspor nanti!
Jangan tunggu sempurna buat mulai, karena semua pengusaha hebat dulunya juga belajar sambil jalan. Hari ini lo mulai dari rumah, besok lo bisa punya tim, toko, bahkan jadi inspirasi nasional.
“Semua ibu-ibu punya potensi luar biasa. Jangan remehkan dapurmu, karena dari sanalah saya bangun Titi Food. Hari ini kita bisa mandiri, besok kita bisa bantu orang lain,” ucapnya dengan semangat motivasi.
Titi bukan siapa-siapa, dulu. Cuma ibu rumah tangga yang percaya bahwa sambal rumahan bisa jadi ikon daerah. Dan benar aja, Sambal Sagela miliknya kini dikirim ke berbagai kota dan jadi buah tangan khas Gorontalo.
Jadi, Buat Lo yang Lagi Baca Ini. Lo yang jualan cilok, keripik, bumbu racik, nasi kuning, frozen food, hijab handmade, kue ulang tahun, tas rajut, skincare rumahan, atau apapun dari rumah…
“Kalian adalah bagian dari generasi merdeka. Kalian juga lagi bantu perekonomian daerah, dan kalian pula nunjukkin bahwa emak-emak dan UMKM rumahan bukan lagi kelas dua tapi garda depan ekonomi bangsa,’ tutup Titi. (*)













