Scroll untuk baca artikel
HeadlineKriminal

Auto Ghosting! 6 Kades Hilang dari Radar Polisi, Fix DPO

356
×

Auto Ghosting! 6 Kades Hilang dari Radar Polisi, Fix DPO

Sebarkan artikel ini
Enam kepala desa di Gorontalo Utara yang menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO), Polres Gorontalo Utara. (foto.istimewa)
Enam kepala desa di Gorontalo Utara yang menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO), Polres Gorontalo Utara. (foto.istimewa)

AGALAIN.ID Cerita ini bener-bener kayak sinetron plus action movie. Enam kepala desa di Gorontalo Utara yang sebelumnya ditahan karena kasus money politik dalam PSU Pilkada 2024… tiba-tiba lenyap dari pengawasan polisi.

Yes, mereka resmi kabur dan sekarang statusnya: buron alias DPO. Gimana ceritanya bisa sampai lolos? Jadi begini Agalainers…

Para kades ini awalnya ditahan Polres Gorut karena diduga kuat bagi-bagi cuan biar dapet suara pas Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada 2024, tanggal 19 April.

Tapi masa tahanannya ternyata expired di tanggal 22 Mei 2025, jam 9 malam. Polisi udah ngebut biar bisa masuk ke tahap 2 proses hukum, tapi ternyata baru sampe P21 alias berkas lengkap doang.

Baca Juga:  Goodbye Tambang, Hello Alam! Prabowo Resmi Bersihin Raja Ampat dari Izin Usaha Tambang

Artinya, secara aturan, mereka harus dilepas dulu. Kalo ditahan lewat dari tanggal itu tanpa dasar hukum? Bisa kena pasal pelanggaran HAM dong.

Menurut Kasat Reskrim Polres Gorut, AKP Muhammad Arianto, awalnya semua udah dihitung, tapi ternyata: tanggal 13 Mei itu libur nasional (Waisak) dan gak masuk hitungan hari kerja.

Jadi masa daluwarsa kasusnya mundur sehari ke 23 Mei 2025. Sayangnya, Surat Perintah Penahanan udah terbit, dan gak bisa di-edit ulang kayak caption Instagram

Nah, pas mereka dibebasin, polisi tetap jaga dong. Satu kades dijaga dua polisi. Tapi… mereka tetap berhasil kabur, gengs!

Ada yang ngacir lewat jendela. Ada yang modus ke toilet, eh malah ilang. Bahkan ada yang lolos dari pintu belakang rumah

Baca Juga:  Kapolres: Satu Bulan, Satu Bendera, Satu Semangat, Yuk Kibarkan Merah Putih Bareng!

Udah kayak misi kabur dari game GTA.

“Setiap tersangka dijaga dua personel kepolisian. Tapi ternyata ya gitu, mereka kabur juga. Sekarang kita lagi kejar mereka,” ujar AKP Arianto.

So, sekarang keenam kades itu lagi dikejar. Warga +62? Pastinya udah ramein medsos. Ada yang ngakak, ada yang kesel, ada juga yang bilang:

“Ini sih fix bukan Pilkada, tapi reality show!”

Agalainers! Ini nama-nama kepala desa yang berstatus Daftar Pencarian Orang(DPO):

. Hartono Datau (Kepala Desa Buata)

. Rahman Desei (Kepala Desa Pinontoyonga)

. Kusno V. Gobel (Kepala Desa Sigaso)

. Isnain Talaban (Kepala Desa Imana)

. Hamran Ahaya (Kepala Desa Oluhuta)

. Anton Puabengga (Kepala Desa Bintana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *