Scroll untuk baca artikel
HeadlineKriminal

Cuma Mau Jualan Es, Tapi Dapat Cekikan, Makan Sisa, dan Motor Dibakar

435
×

Cuma Mau Jualan Es, Tapi Dapat Cekikan, Makan Sisa, dan Motor Dibakar

Sebarkan artikel ini

AGALAIN.ID – Bayangin, kamu keluar rumah, bawa harapan, bawa dagangan, jalan dari rumah ke rumah sambil terik matahari nyengat, cuma buat satu tujuan cari nafkah.

Tapi yang kamu dapet malah cekikan, paksaan makan sisa, dan motormu dibakar.

Itulah yang dialami Pak Iwan Amlia (50), penjual es keliling di Desa Dambalo, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato.

Hari itu, Senin, 26 Mei 2025, sekitar jam 14.30 WITA, Pak Iwan lagi muter kampung sambil dorong motornya, nawarin es buat anak-anak.

Lagi ngelayanin pembeli, tiba-tiba ada seorang pria asing datang dan langsung nyerobot es krim yang udah disiapin buat pelanggan.

Tanpa malu, dia bilang: “Kita punya dulu.” Gak bayar. Gak sopan. Pak Iwan coba ngomong baik-baik, “Pak, saya ini cari nafkah…”

Baca Juga:  Gagal Curi Trafo, Dua Maling Kena Gigit Tim Gabungan di Stasiun Manggarai!

Tapi responnya bikin hati nyesek. Pak Iwan dicekik pakai lengan, lalu dipaksa makan kerupuk bekas sisa si pelaku.

Iya, kamu gak salah baca. Seorang bapak penjual es dipaksa makan sisa makanan orang yang nyerangnya.

Pak Iwan cuma bisa bilang, “Jangan begitu, Pak, sabar dulu.” Tapi pelaku malah makin kuat cekikannya.

Belum habis. Teman pelaku tiba-tiba cabut parang. Pak Iwan yang udah ketakutan langsung kabur sekuat tenaga ke Polsek Popayato.

Pas polisi datang ke lokasi, yang tersisa cuma sisa-sisa kesedihan. Dagangan Pak Iwan berantakan.

Motornya, satu-satunya alat dia cari nafkah, udah jadi abu. Dibakar.

Baca Juga:  Gak Bawa KTP, Gak Jadi Party! Belasan Cewek Kena Grebek Polsek Tapa

Warga sekitar bilang, memang pelaku itulah yang nyerang dan ngerusak.

Polisi bergerak cepat dan berhasil amankan dua orang U K (35) warga Desa Wanggarasi Tengah dan R S (40) warga Desa Dambalo.

Sekarang keduanya udah diamankan di Polsek Popayato. Tapi luka di hati Pak Iwan? Gak bisa ditangkap, gak bisa diukur.

“Personel langsung melakukan pencarian dan berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku,” kata Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pohuwato, AKBP Busroni.

Karena seharusnya, gak ada orang yang dihina karena cari makan. Gak ada orang tua yang harus lari sambil takut mati, cuma karena jualan es. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *