AGALAIN.ID – Dua hari, dua pertandingan, bisa jadi momen abadi buat Timnas Indonesia. Bukan sekadar jadwal di kalender, tapi potongan sejarah yang bakal selalu diingat pecinta sepak bola Tanah Air.
Skuad Garuda bakal bentrok dengan Arab Saudi (9 Oktober) dan Irak (12 Oktober) di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dua laga ini ibarat penentu jalan menuju mimpi besar: tampil di panggung Piala Dunia.
Kalau diibaratkan film, perjalanan Timnas mirip dengan cerita “3 Hari untuk Selamanya”. Waktu singkat, tapi penuh arti. Begitu juga dua laga ini, apa pun hasilnya, bakal terus dikenang oleh jutaan fans.
Optimisme mulai terasa. Beberapa pemain Timnas sudah lebih dulu tiba di Arab Saudi. Kloter pertama berangkat pada Kamis (2/10), sementara sehari sebelumnya, sang pelatih Patrick Kluivert bersama staf sudah mendarat di Jeddah.
Secara bertahap, pemain lain menyusul. Ada yang datang dari klub Asia Tenggara, ada juga yang terbang dari Eropa. Prediksi terkuat, skuad Garuda bakal komplet pada 7 Oktober mendatang.
Meski waktu persiapan super mepet, itu bukan hal baru buat Timnas Indonesia. Sebelumnya, Kualifikasi Piala Dunia juga dijalani dengan kondisi serupa: hanya punya 2–3 hari latihan full team. Bedanya kali ini, sebagian pemain sudah mulai lebih dulu beradaptasi di lapangan latihan.
Dengan begitu, Patrick Kluivert punya modal penting untuk meracik strategi. Para pemain domestik yang lebih dulu bergabung bisa jadi pondasi awal, sebelum disempurnakan kehadiran bintang-bintang yang berkarier di luar negeri.
Semua mata kini tertuju ke Jeddah, menanti apakah Garuda bisa terbang lebih tinggi menuju mimpi terbesar: Piala Dunia 2026. (*)









