Scroll untuk baca artikel
HeadlineKriminal

Gila! Gara-gara Nolak Disuruh Beli Es, Pedagang Bakso Keliling Ditikam di Kepala

716
×

Gila! Gara-gara Nolak Disuruh Beli Es, Pedagang Bakso Keliling Ditikam di Kepala

Sebarkan artikel ini

AGALAIN.ID – Siang bolong, cuaca panas, niatnya cuma jualan bakso biar dapur ngebul. Eh, malah kena tikam gara-gara nolak disuruh beli es. Nggak masuk akal? Tapi ini beneran kejadian!

Seorang pedagang bakso keliling bernama Muhamad Haidar Ali Syafaat (20), asal Jember yang kini tinggal di Kelurahan Ipilo, Kota Timur jadi korban penganiayaan brutal.

Pelakunya? Seorang pemuda berinisial DA (20) warga Jalan Teuku Umar, Kota Selatan yang terinformasi sih lagi mabuk berat. Dan cuma karena korban nolak disuruh beli es, si pelaku malah naik pitam.

Baca Juga:  Ngobrol Bareng TVRI, Dandim 1315/Kabupaten Gorontalo Ungkap Makna TMMD

Nggak cuma ngajak ribut, dia langsung nusuk kepala korban pake senjata tajam jenis pisau yang dia selipin di pinggang!

Terduga pelaku saat diamankan Satreskrim Polresta Gorontalo Kota. (Foto istimewa)
Terduga pelaku saat diamankan Satreskrim Polresta Gorontalo Kota. (Foto istimewa)

Kronologinya, peristiwa ini terjadi Rabu siang (30/7) pukul 13.20 WITA di depan Alfamart, RS Siti Khadijah, Jalan Ahmad Yani, Kota Gorontalo.

Awalnya, si pelaku datang membeli bakso. Saat menyantap bakso, pelaku menyuruh korban untuk membeli es. Tapi korban menolak karena dia sedang menjaga jualannya.

Korban yang mencium bau alkohol langsung bertanya, “Bapak sudah mabuk ya?” dan dari situ, situasi makin panas.

Baca Juga:  Sidak Malam Thariq Modanggu, Rumah Dinas Sepi Kaya Kosan Horor!

Pelaku menyerang duluan, keduanya berkelahi, lalu pelaku mencabut pisau dari pinggang celananya dan menghantam kepala korban hingga terluka.

Untung ada driver ojol dan tukang parkir yang langsung turun tangan nolongin korban dan bawa ke RS Siti Khadijah. Respect buat mereka!

Si pelaku udah diamankan Sat Reskrim Polresta Gorontalo Kota. Dugaan sementara pelaku di bawah pengaruh alkohol. Polisi masih mendalami kasus ini.

Semoga korban cepat pulih dan dapat keadilan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *