Scroll untuk baca artikel
HeadlineNasional

Naik Level! Mantan Kapolda Gorontalo, Komjen Wahyu Widada Disebut Calon Kuat Wakapolri

352
×

Naik Level! Mantan Kapolda Gorontalo, Komjen Wahyu Widada Disebut Calon Kuat Wakapolri

Sebarkan artikel ini
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Komjen Wahyu Widada. (Foto. Instagram @wahyuwidada)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Komjen Wahyu Widada. (Foto. Instagram @wahyuwidada)

AGALAIN.ID – Siapa sangka, mantan Kapolda Gorontalo Komjen Pol Wahyu Widada lagi jadi sorotan!

Kabar terbaru, doi dikabarkan udah dapet restu langsung dari Presiden Prabowo buat naik jadi Wakapolri, menggantikan Komjen Ahmad Dofiri yang pensiun akhir Juni lalu.

Meski belum ada pengumuman resmi dari Istana atau Mabes Polri, info ini udah rame banget diomongin di kalangan internal polisi dan anggota parlemen.

Bahkan, sumber dari parlemen nyebutin, “Sudah dapat restu Presiden, tinggal proses internal. Biasanya TR (telegram rahasia) mutasi dikeluarkan.”

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit sempat bilang udah pegang beberapa nama calon Wakapolri dan tinggal nunggu waktu buat diserahkan ke Presiden.

Baca Juga:  MAXY Academy Selenggarakan Pelatihan AI untuk Masyarakat, Dorong Akselerasi Literasi Teknologi di Indonesia

Nah, salah satu yang disebut paling kuat ya… Komjen Wahyu Widada!

FYI, beliau sekarang lagi jabat Kepala Bareskrim Polri, dan dikenal sebagai perwira top yang lulus dengan predikat terbaik Akpol 1991.

Gak cuma jadi kandidat Wakapolri, Wahyu Widada juga digadang-gadang bisa jadi next Kapolri loh!

Tapi ya gitu, jalan menuju posisi top di Polri emang nggak pernah sepi drama. Sebelumnya, hasil sidang Wanjakti (Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi) disebut mengerucut ke dua nama: Komjen Dedi Prasetyo (Irwasum) dan Komjen Syahardiantono (Kabaintelkam).

Baca Juga:  Business Matchmaking: Kunci Mempercepat Pertumbuhan dan Membuka Peluang Usaha Baru

Keduanya punya jabatan strategis yang biasanya jadi jalur emas menuju kursi Wakapolri.

Masuknya nama Wahyu Widada dari luar hasil Wanjakti ini langsung bikin polemik baru soal meritokrasi dan transparansi di tubuh Polri. Kok bisa?

Ya, publik nunggu penjelasan soal gimana proses mutasi dan promosi jabatan tinggi bener-bener dijalankan.

Sampai sekarang, keputusan finalnya masih misteri. Tapi satu yang pasti, mata publik lagi ngelirik tajam ke langkah selanjutnya dari Polri dan Istana. (*)

Sumber berita : beritasatu.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *