Scroll untuk baca artikel
Daerah

TMMD ke 126: “Tempat di Mana Solidaritas Nggak Kenal Pangkat”

115
×

TMMD ke 126: “Tempat di Mana Solidaritas Nggak Kenal Pangkat”

Sebarkan artikel ini

AGALAIN.ID – Di sebuah sudut desa yang dulu jalannya becek dan berlubang, kini suara alat bangunan dan tawa warga berpadu jadi satu.

Bukan proyek biasa ini TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa), program kolaborasi yang vibe-nya solid banget. Di sini, nggak ada yang namanya atasan-bawahan. Semua satu tim, satu tujuan, bikin Desa Tonala makin maju.

Pagi-pagi, prajurit TNI udah standby bareng warga. Ada yang ngaduk semen, ada yang ngangkut pasir, ada juga yang cuma ngelap keringat sambil bercanda. Tapi yang jelas, semua punya semangat yang sama kerja bareng tanpa mikirin pangkat.

“Seru banget sih! Biasanya liat TNI cuma di berita, sekarang kerja bareng langsung. Ternyata mereka humble banget,” kata salah satu warga yang ikut bantu bikin jalan rabat beton di desanya.

Baca Juga:  Warga Desa Tonala Belajar Jadi Komunitas yang Solid dan Care

Buat warga, TMMD bukan cuma soal infrastruktur. Lebih dari itu, ini momen langka buat ngerasain arti gotong royong versi zaman now.

Di tengah era serba digital dan sibuk dengan layar, TMMD jadi ruang nyata buat interaksi, ngobrol, dan bareng-bareng ngerasain kerja keras yang hasilnya bisa dilihat langsung.

Bagi prajurit, momen kayak gini juga jadi ajang buat turun ke masyarakat. Mereka bukan cuma “datang, bangun, pergi”. Mereka nginep di rumah warga, makan bareng, ikut ronda, bahkan bantuin anak-anak belajar.

Baca Juga:  Dulu Jalannya Kubangan, Sekarang Jadi Jalan Harapan, Cerita Warga Tonala Bareng TMMD

“Di sini, kita belajar banyak. Bukan cuma soal kerja fisik, tapi juga soal kebersamaan,” ujar salah satu anggota Satgas TMMD.

Program TMMD emang dirancang buat membangun desa dari sisi fisik dan nonfisik mulai dari jalan, rehap rumah, sampai penyuluhan dan edukasi masyarakat.

Tapi di balik itu semua, yang paling terasa adalah ikatan antara TNI dan warga yang makin kuat. Di akhir hari, semua lelah terbayar. Jalan yang tadinya susah dilalui sekarang mulus. Senyum warga pun lebar.

Dan mungkin, di situ letak makna sebenarnya dari TMMD: solidaritas yang nggak butuh pangkat, cuma butuh niat dan hati. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *